Blog · Cara Menghitung Harga Jual

Cara Menghitung Harga Jual Produk + Margin untuk UMKM (2026)

Banyak UMKM ramai pembeli tapi uangnya nggak ke mana-mana. Penyebab paling sering: harga jual ditetapkan asal "kira-kira", bukan dihitung. Ini cara menghitungnya dengan benar.

Kenapa harga jual tidak boleh asal kira-kira

Menetapkan harga dengan cara "ikut harga tetangga" atau "modal plus dikit" adalah jebakan paling umum buat UMKM. Kamu bisa kelihatan untung karena uang masuk terus, padahal margin per produk terlalu tipis untuk menutup biaya operasional — listrik, kemasan, ongkir, gaji, sampai produk yang rusak atau tidak laku. Harga jual yang benar selalu dimulai dari satu angka: HPP.

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan)?

HPP adalah total biaya untuk menghasilkan satu produk sampai siap dijual. Untuk produk yang kamu beli lalu jual lagi (reseller/toko), HPP = harga beli + biaya yang menempel (ongkir, kemasan). Untuk produk yang kamu buat sendiri (makanan, kerajinan), HPP = bahan baku + tenaga + biaya lain per porsi. Tanpa tahu HPP, kamu tidak akan pernah tahu apakah satu penjualan benar-benar untung.

Rumus harga jual: markup vs margin

Ada dua cara menghitung, dan keduanya beda:

  • Markup = persentase tambahan di atas HPP. Rumus: Harga Jual = HPP × (1 + markup). Contoh HPP Rp10.000, markup 40% → harga jual Rp14.000.
  • Margin = persentase laba dari harga jual. Rumus: Harga Jual = HPP ÷ (1 − margin). Contoh HPP Rp10.000, margin 40% → harga jual Rp16.667.

Perhatikan: markup 40% dan margin 40% menghasilkan harga yang berbeda. Banyak pemilik usaha mengira markup 40% berarti untungnya 40%, padahal margin sesungguhnya cuma sekitar 28%. Inilah sumber "rasa untung" yang menyesatkan.

Contoh perhitungan lengkap

Misal kamu jual baju. Harga beli Rp45.000, ongkir per pcs Rp3.000, kemasan Rp2.000. Maka HPP = Rp50.000. Kamu ingin margin 35%:

Harga Jual = Rp50.000 ÷ (1 − 0,35) = Rp50.000 ÷ 0,65 = Rp76.923, dibulatkan jadi Rp77.000. Laba kotor per baju = Rp27.000. Dari sini kamu masih harus sisihkan untuk biaya operasional bulanan sebelum menyebutnya laba bersih.

Kesalahan yang bikin usaha "kelihatan untung padahal rugi"

  • Lupa biaya tersembunyi — ongkir, kemasan, biaya admin marketplace, dan diskon yang sering kamu kasih.
  • Tidak menghitung tenaga sendiri — waktu kamu juga biaya.
  • Tidak memperhitungkan produk rusak/tidak laku — kerugian ini harus "ditanggung" oleh produk yang laku.
  • Ikut perang harga — menurunkan harga di bawah margin sehat demi ramai, ujung-ujungnya modal habis.

Cara paling praktis: catat modal, margin terhitung otomatis

Menghitung satu-satu di kalkulator masih oke untuk 5 produk. Tapi kalau produkmu puluhan dan harga beli berubah-ubah, kamu butuh sistem. Dengan mencatat modal (HPP) di setiap produk, harga jual dan margin bisa dipantau otomatis — dan saat ada penjualan, laba kotornya langsung kelihatan di laporan, bukan ditebak di akhir bulan.

Hitung margin otomatis di Naraya Stok

Simpan harga modal di tiap produk, lalu lihat margin dan laba per penjualan langsung di laporan — tanpa Excel, tanpa hitung manual.

Coba Gratis 14 Hari

← Semua artikel